News
 
 

Bata, Perkuat Infrastruktur IT untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Siapa yang tidak mengenal Bata? Begitu kuatnya merek alas kaki ini melekat di benak masyarakat, banyak yang menganggapnya asli Indonesia. Sejak tahun 1931, sepatu Bata telah hadir di Tanah Air lewat jalur impor, didatangkan dari Semenanjung Malaya (kini Singapura) oleh perusahaan penyalur sepatu NV Nederlandsch-Indische. Delapan tahun setelahnya, Bata membangun pabrik raksasa di tengah-tengah perkebunan karet di Kalibata, Jakarta Selatan. Wajar jika ada yang mengira nama Bata diambil dari nama kawasan tersebut. Padahal itu merupakan nama pendirinya, Tomáš Baťa, pengusaha asal Ceko.

Sejak didirikan tahun 1894, Bata telah berada di garis depan inovasi. Tidak hanya dalam produksi dan desain model sepatu, tetapi dalam penciptaan model bisnis yang memungkinkan respon cepat terhadap keinginan pelanggan yang dinamis. Jangkauan Bata adalah global, namun kehadirannya di setiap negara adalah lokal. Sistem manufaktur internasional Bata memungkinkan fasilitas Bata di seluruh dunia mampu merespon kebutuhan unik pelanggan lokal. Bata pun menikmati sejarah panjang sebagai produsen terkemuka dan pengecer sepatu berkualitas.

Gambar-1Dari Kalibata, bisnis Bata menggurita ke seluruh pelosok Nusantara. Produk-produk Bata yang terdiri dari ribuan model sepatu, sepatu sandal, dan sandal baik yang dibuat dari kulit, karet, maupun plastik itu hampir 90 persen bahan bakunya dipasok dari dalam negeri. Sejak 24 Maret 1984, perusahaan associate dari Bata Shoe Organization yang berpusat di Lausanne, Swiss, itu tercatat di Bursa Efek Jakarta sebagai PT Sepatu Bata Tbk. Kini, produk Bata telah tersebar di lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara.

Indonesia sebagai salah satu negara layanan Bata yang penting di dunia, memiliki toko yang tersebar di kota besar maupun kecil, didukung dengan pabrik-pabrik yang selalu menjaga kontinuitas produksi dan distribusi tepat waktu. Kedepannya perusahaan juga mentargetkan penjualan di atas Rp. 1 Triliun, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Hasil positif ini tidak terlepas dari upaya manajemen PT Sepatu Bata Tbk. yang terus berekspansi dengan membuka toko, memperluas bisnis non-ritel, meningkatkan penjualan ekspor, serta menggencarkan kegiatan pemasaran. Selain itu, koleksi produk yang senantiasa diperbaharui dan pengembangan otomatisasi sistem, turut dianggap sebagai faktor pendukung pertumbuhan bisnis Bata.

Operasional distribusi dan produksi Bata sangat ditentukan oleh uptime sistem IT dan kontinuitas layanan yang dimiliki oleh PT Sepatu Bata Tbk. Keputusan untuk meningkatkan kapasitas ini pun menjadi tuntutan signifi kan bagi Departemen MIS (Management Information System) PT Sepatu Bata Tbk untuk dapat mendukung aktivitas seluruh departemen Bata. Beruntung, implementasi keputusan tersebut dapat terlaksana dalam waktu yang relatif singkat tanpa investasi besar infrastruktur di tahap awal, seperti pembangunan data center, server, storage, platform, maupun investasi tenaga ahli di bidang cloud, recovery service, dan hybrid network (private dan public). Segala kerumitan tersebut teratasi dengan model pengadaan baru yang telah menjadi
tren dunia, yaitu menggunakan layanan cloud provider.

Gambar-2“Ketika PT Sepatu Bata Tbk terus memperluas skala bisnisnya, penting bagi kami untuk memanfaatkan teknologi. Cloud computing tidak hanya memungkinkan kami untuk secara signifikan menurunkan total biaya kepemilikan infrastruktur IT, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dari operasi kami. Cloud provider mengambil peran mempersiapkan keseluruhan kebutuhan infrastruktur IT dan jaringan hybrid (penggabungan jaringan private dan public) dan dipersiapkan dalam bentuk layanan siap saji atau Infrastructur as a Service (IaaS), dengan skala layanan terkecil hingga skala besar untuk kebutuhan enterprise,” ujar Arief Dharmawan, MIS Manager PT Sepatu Bata Tbk.

Masalahnya, terang Arief, tidak semua penyedia cloud memiliki layanan yang lengkap berupa IT, Network dan Managed Services dalam satu kendali layanan dalam menjamin service level. Dengan skala bisnisnya saat ini, Bata lebih memilih cloud provider yang memiliki layanan terintegrasi untuk lebih dapat menjamin layanan dalam satu skenario dan meng-eliminir kerumitan multi provider. “Pertimbangan PT Sepatu Bata Tbk dalam pemilihan cloud provider adalah mereka yang telah berpengalaman dalam melayani jasa IT sejenis bagi perusahaan skala kecil hingga besar. Tidak sekadar menjaga IT system uptime, tetapi juga solusi kontinuitas layanan yang mempertimbangkan recovery proses secara keseluruhan,” kata Arief.

Selanjutnya pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah cloud provider harus berada dalam satu wilayah dengan kantor pusat PT Sepatu Bata Tbk. “Hal ini penting agar perusahaan bisa fokus di local market, karena kompleksitas IT dan network untuk perusahaan seperti Sepatu Bata memerlukan layanan yang customized serta menuntut respons layanan yang serba cepat. Diperlukan komunikasi yang intensif dan efektif antara tim dari PT Sepatu Bata Tbk dengan tim cloud provider, dalam misi yang sama yaitu menjaga IT system uptime dan kontinuitas bisnis,” katanya.

Dari berbagai pertimbangan kriteria pemilihan cloud provider, mulai 2014 ini PT Sepatu  Bata Tbk. telah bekerja sama dengan Indonet (PT IndoInternet) sebagai total solution bagi ketersediaan infrastruktur cloud Bata, memberikan perbaikan IT system uptime, serta kontinuitas layanan berupa penyediaan IT, Hybrid IP Network dan Managed Services. Dengan demikian, PT Sepatu Bata Tbk. pun memiliki kapasitas dukungan IT yang lebih fleksibel terhadap dinamika perubahan bisnis yang cepat.

“Berkat teknologi cloud dari Indonet, PT Sepatu Bata Tbk dapat setiap saat menambah  kebutuhan resource infrastruktur IT dalam hitungan menit kapasitan. Hatta Tutuko, Direktur yang membawahi Business Process Improvement PT Sepatu Bata Tbk mengatakan, apabila terjadi disaster pada mesin produksi, maka dalam hitungan tidak lebih dari 10 menit, mesin replikasi yang berada di cloud site lain akan mengambil alih fungsi mesin produksi, dengan network IP yang sama dengan IP mesin produksi. Seluruh device yang terhubung di mesin pengganti tidak perlu diubah, sehingga layanan IT dapat berfungsi secara kontinu. Hal ini memungkinkan kami memberikan kecepatan respon terhadap kebutuhan pasar yang selalu berubah dengan cepat.

Selain terbukti meningkatkan fleksibilitas, penggunaan cloud juga mendukung Bata dalam menerapkan green technology. Bata menjadi lebih efi sien dalam penggunaan
ruang dan perangkat keras, sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik dan polusi lingkungan akibat pembangunan data center. Penggunaan teknologi cloud ini terkait dengan Disaster Recovery Plan yang dijalankan, hal ini merupakan program dari Bata Shoe Organization yang harus diimplementasikan di Indonesia, Hatta menambahkan.


http://swa.co.id/business-update/indonet/bata-perkuat-infrastruktur-untuk-meningkatkan-kepuasan-pelanggan